Chengdu Shuwei Communication Technology Co., Ltd.
Chengdu Shuwei Communication Technology Co., Ltd.
Berita
Rumah / Berita /

Berita Perusahaan Tentang Network Packet Brokers in Hybrid Cloud Monitoring: Mendukung Infrastruktur Visibilitas Skalable

Network Packet Brokers in Hybrid Cloud Monitoring: Mendukung Infrastruktur Visibilitas Skalable

2026-02-11
Network Packet Brokers in Hybrid Cloud Monitoring: Mendukung Infrastruktur Visibilitas Skalable

Tantangan Visibilitas Jaringan di Lingkungan Cloud Hibrida

Seiring organisasi mengadopsi arsitektur cloud hibrida dan multi-cloud, lingkungan jaringan menjadi semakin kompleks. Aplikasi dapat berjalan di pusat data on-premises, platform cloud pribadi, dan layanan cloud publik, menghasilkan lalu lintas di berbagai lapisan jaringan.

Dalam lingkungan terdistribusi seperti itu, metode pemantauan tradisional seringkali kesulitan memberikan visibilitas yang lengkap. Beberapa lalu lintas melewati switch jaringan fisik, sementara data lain melewati switch virtual atau lapisan jaringan kontainer.

Menghubungkan alat pemantauan secara langsung ke setiap sumber lalu lintas dapat meningkatkan kompleksitas penerapan dan dapat menyebabkan data pemantauan yang berlebihan atau tidak lengkap.

Untuk alasan ini, banyak organisasi menjajaki arsitektur manajemen lalu lintas terpusat untuk meningkatkan visibilitas jaringan di seluruh lingkungan hibrida.

Peran Network Packet Broker dalam Arsitektur Visibilitas

Network Packet Broker (NPB) biasanya ditempatkan di antara titik pengumpulan lalu lintas dan alat pemantauan. Dalam infrastruktur cloud hibrida, sumber lalu lintas dapat mencakup TAP jaringan fisik, port mirror switch, dan antarmuka penangkapan lalu lintas virtual.

Dengan mengagregasi lalu lintas dari berbagai sumber ke platform terpusat, NPB dapat memproses dan mengelola paket jaringan sebelum meneruskannya ke alat pemantauan.

Sistem menganalisis header paket dan menerapkan kebijakan yang dapat dikonfigurasi yang menentukan bagaimana lalu lintas harus difilter, direplikasi, atau didistribusikan ke platform pemantauan yang berbeda.

Pendekatan terpusat ini menyederhanakan arsitektur pemantauan dan mengurangi kebutuhan untuk menerapkan banyak alat pemantauan di berbagai segmen jaringan.

Kemampuan Penyaringan Paket dan Distribusi Lalu Lintas

Dalam lingkungan cloud hibrida, Network Packet Broker biasanya menyediakan beberapa fungsi pemrosesan lalu lintas penting.

Penyaringan Protokol dan Port
Lalu lintas dapat difilter berdasarkan jenis protokol atau nomor port, memastikan bahwa alat pemantauan hanya menerima aliran data yang relevan.

Kebijakan Berbasis VLAN dan IP
Lalu lintas dapat dipisahkan berdasarkan tag VLAN atau rentang IP, memungkinkan jaringan bisnis yang berbeda untuk dipantau secara independen.

Replikasi Lalu Lintas
Aliran lalu lintas tunggal dapat direplikasi dan diteruskan ke beberapa alat pemantauan, seperti platform analisis keamanan dan sistem pemantauan kinerja jaringan.

Penyeimbangan Beban
Lalu lintas bervolume tinggi dapat didistribusikan ke beberapa perangkat pemantauan, mendukung infrastruktur analisis yang dapat diskalakan.

Kemampuan ini memungkinkan organisasi untuk mengelola lalu lintas pemantauan dengan lebih efisien di lingkungan cloud yang terdistribusi.

Kasus Penggunaan Pemantauan Cloud Hibrida Khas

Dalam penerapan dunia nyata, Network Packet Broker umumnya digunakan dalam beberapa skenario pemantauan:

Pemantauan Infrastruktur Cloud
Mengagregasi lalu lintas dari berbagai lingkungan cloud dan jaringan on-premises.

Analisis Keamanan Jaringan
Menyediakan aliran lalu lintas yang difilter ke platform deteksi ancaman dan analisis keamanan.

Pemantauan Kinerja Aplikasi (APM)
Menyampaikan lalu lintas terkait aplikasi untuk analisis kinerja dan pemecahan masalah.

Dengan arsitektur packet broker terpusat, organisasi dapat mencapai visibilitas jaringan yang lebih konsisten di seluruh infrastruktur hibrida.

Membangun Arsitektur Pemantauan yang Dapat Diskalakan

Saat menerapkan Network Packet Broker di lingkungan hibrida, organisasi biasanya mengevaluasi beberapa faktor teknis, termasuk:

  • Opsi bandwidth antarmuka yang didukung (10G / 25G / 40G / 100G)

  • Kemampuan penyaringan paket dan manajemen lalu lintas

  • Fitur replikasi lalu lintas dan penyeimbangan beban

  • Integrasi dengan platform pemantauan dan virtualisasi yang ada

Dengan merancang arsitektur agregasi lalu lintas yang terstruktur, organisasi dapat mempertahankan kemampuan pemantauan yang andal bahkan ketika lingkungan jaringan hibrida terus berkembang.

Google Analytics -->